Kuliah Tamu PUSAT LAYANAN PSIKOLOGI EVIERA PERMATA CONSULTING
- Diposting Oleh Admin Web Prodi PGMI
- Rabu, 9 Juni 2021
- Dilihat 82 Kali
Narasumber Kuliah Tamu yang bertema “Identifikasi ABK dan Inklusi pada anak Usia MI/SD Sekaligus Penandatanganan MoU Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Madura Dengan Pusat Layanan Psikologi Eviera Permata Consulting” adalah Ibu Evi Febriani, M.Psi. Selaku Direktur EPC Consulting. Dan peserta pada kegiatan ini adalah Mahasiswa Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Madura. Kuliah tamu ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa Prodi PGMI dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa agar dapat memiliki pengetahuan tentang anak berkebutuhan khusus, untuk membekali mahasiswa pengetahuan tentang pendidikan inklusi, dan untuk membekali mahasiswa dalam merancang dan menyiapkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa dalam proses pembelajaran.
Pentingnya mahasiswa memahami ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) atau difabel (disabilitas) adalah karena inklusi dan kesetaraan merupakan nilai-nilai mendasar dalam masyarakat yang semakin maju. Berikut adalah beberapa alasan mengapa pemahaman terhadap ABK penting bagi mahasiswa:
-
Kesetaraan dan Hak Asasi Manusia: Pemahaman terhadap ABK menciptakan kesadaran tentang hak asasi manusia dan hak setiap individu untuk hidup tanpa diskriminasi. Mahasiswa yang memahami ABK dapat menjadi agen perubahan dalam memperjuangkan hak kesetaraan dan aksesibilitas bagi semua.
-
Inklusi di Sekolah dan Masyarakat: Mahasiswa yang memahami ABK dapat berperan dalam mempromosikan inklusi di sekolah dan masyarakat. Inklusi menciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung bagi semua individu, tanpa memandang keberadaan atau kondisi fisik maupun mental.
-
Profesionalisme dan Keterampilan Pekerjaan: Pemahaman terhadap keberagaman, termasuk ABK, dapat meningkatkan keterampilan sosial dan kepekaan terhadap kebutuhan orang lain. Ini dapat menjadi aset dalam lingkungan kerja di masa depan di mana keragaman dihargai dan diintegrasikan.
-
Penelitian dan Inovasi: Memahami ABK juga dapat merangsang minat dalam penelitian dan inovasi untuk menciptakan solusi yang lebih baik bagi mereka. Melalui pemahaman ini, mahasiswa dapat terlibat dalam pengembangan teknologi, desain, atau program pendidikan yang mendukung kebutuhan khusus.
-
Pendidikan Empatis: Mahasiswa yang memahami ABK dapat mengembangkan empati dan pemahaman yang lebih baik terhadap tantangan yang dihadapi oleh individu dengan kebutuhan khusus. Pendidikan empatik ini dapat menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan responsif terhadap keberagaman.
-
Pemberdayaan dan Keterlibatan Sosial: Pemahaman terhadap ABK dapat membantu mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan sosial yang mendukung pemberdayaan difabel. Mereka dapat menjadi advokat untuk perubahan positif dalam kebijakan dan praktik-praktik yang mendukung kehidupan yang lebih baik bagi ABK.
-
Pemahaman Diri: Belajar tentang ABK juga dapat membantu mahasiswa mengembangkan pemahaman lebih dalam tentang diri mereka sendiri dan bagaimana mereka dapat berkontribusi pada masyarakat dengan cara yang positif.
Penting bagi mahasiswa untuk melibatkan diri dalam upaya inklusi dan kesetaraan serta mengembangkan pemahaman yang mendalam terhadap keberagaman masyarakat, termasuk ABK, agar dapat menjadi agen perubahan yang positif di masa depan.