KULIAH TAMU Tahsin Qiroatul Qur’an
- Diposting Oleh Admin Web Prodi PGMI
- Kamis, 4 November 2021
- Dilihat 121 Kali
Narasumber kuliah tamu ini adalah Dr. H. Mohammad Holis, S.Ag, M.Si sebagai salah satu penguatan tahsinul qiroatul Al Qur'an Mahasiswa Prodi PGMI Fakultas Tabiyah IAIN Madura.
Tahsinul Qiro'ah adalah istilah dalam bahasa Arab yang secara umum merujuk pada peningkatan atau penyempurnaan dalam membaca Al-Qur'an. Penekanan pada keterampilan membaca dengan baik dan benar merupakan bagian penting dari tahsinul qiro'ah. Ada beberapa aspek yang termasuk dalam konsep ini:
-
Tajwid: Tajwid adalah ilmu yang mempelajari cara membaca Al-Qur'an dengan benar dari segi pengucapan huruf, panjang-pendek suara, dan aturan-aturan lainnya. Melalui penerapan tajwid, pembaca dapat membaca Al-Qur'an dengan kejelasan dan keindahan.
-
Makhraj: Makhraj adalah tempat keluarnya huruf dari alat ucap (mulut, tenggorokan, hidung). Mengetahui dan menguasai makhraj huruf-huruf dalam Al-Qur'an membantu dalam melafalkan huruf-huruf tersebut dengan benar.
-
Tartil: Tartil adalah membaca Al-Qur'an dengan tenang dan tidak terburu-buru. Ini melibatkan pengendalian nafas, intonasi yang benar, dan memberikan hak pada setiap huruf dan kata.
-
Iqra' (Membaca): Tahsinul Qiro'ah juga mencakup kemampuan membaca secara fasih dan lancar. Ini melibatkan penguasaan aturan-aturan membaca dan kemampuan untuk membaca teks Al-Qur'an dengan kelancaran.
-
Memahami Makna: Tahsinul Qiro'ah tidak hanya terbatas pada aspek teknis membaca, tetapi juga melibatkan pemahaman makna dari apa yang dibaca. Pemahaman terhadap konteks ayat, surah, dan seluruh Al-Qur'an menjadi penting.
-
Bertahap Meningkatkan Keterampilan: Proses tahsinul qiro'ah umumnya dilakukan secara bertahap. Dimulai dari memahami huruf-huruf dan tajwid dasar, kemudian berkembang menjadi membaca ayat-ayat yang lebih panjang dan kompleks.
Tahsinul Qiro'ah penting untuk memastikan bahwa umat Muslim dapat membaca Al-Qur'an dengan baik, baik dari segi teknis maupun makna. Keterampilan ini dapat ditingkatkan melalui pengajaran langsung, kursus, atau melalui bimbingan dari orang yang memiliki keahlian dalam membaca Al-Qur'an dengan baik. Tentunya sebagai calon guru MI/SD penting memahami tahsinul Qitroatul Al Qur'an dengan baik sebagai bekal mengajar di sekolah.