Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

pgmi@iainmadura.ac.id

Workshop Implementasi MBKM PRODI PGMI

  • Diposting Oleh Admin Web Prodi PGMI
  • Jumat, 30 September 2022
  • Dilihat 88 Kali
Bagikan ke

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) pada Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) memerlukan penyesuaian yang komprehensif agar sesuai dengan prinsip-prinsip MBKM. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengimplementasikan kurikulum MBKM pada prodi PGMI:

1. Analisis Kebijakan dan Regulasi

  • Pemahaman Kebijakan MBKM: Tim kurikulum PGMI harus memahami kebijakan MBKM secara mendalam, termasuk tujuan, manfaat, dan regulasi terkait.
  • Komunikasi dengan Stakeholders: Melibatkan dosen, mahasiswa, dan pihak terkait dalam memahami dan mendukung implementasi MBKM.

2. Penyesuaian Kurikulum

  • Revisi Struktur Kurikulum: Menyusun ulang kurikulum agar lebih fleksibel dan memungkinkan mahasiswa untuk mengambil SKS di luar program studi atau perguruan tinggi.
    • Contoh: Menyediakan mata kuliah pilihan yang dapat diambil dari program studi lain atau melalui kerjasama dengan institusi lain.
  • Integrasi Program MBKM: Memasukkan berbagai bentuk kegiatan MBKM seperti magang, proyek independen, penelitian, kewirausahaan, pertukaran pelajar, pengabdian kepada masyarakat, proyek di desa, dan mengajar di sekolah.

3. Program Implementasi MBKM

  • Magang:

    • Kerjasama dengan Sekolah/Madrasah: Membentuk kerjasama dengan sekolah-sekolah untuk menyediakan tempat magang bagi mahasiswa PGMI.
    • Penugasan Magang: Mahasiswa melakukan magang di sekolah untuk meningkatkan keterampilan praktis mengajar dan manajerial di sekolah dasar/madrasah.
  • Proyek Independen:

    • Pengembangan Media Pembelajaran: Mahasiswa dapat mengerjakan proyek pengembangan media atau bahan ajar yang inovatif untuk digunakan di madrasah ibtidaiyah.
    • Penelitian Tindakan Kelas (PTK): Mahasiswa melakukan penelitian tindakan di kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
  • Pertukaran Pelajar:

    • Program Pertukaran Mahasiswa: Mengadakan program pertukaran pelajar dengan universitas lain, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk memperkaya pengalaman akademik dan budaya.
  • Kewirausahaan:

    • Pelatihan Kewirausahaan: Memberikan pelatihan kewirausahaan kepada mahasiswa PGMI untuk mengembangkan jiwa wirausaha yang dapat diterapkan dalam bidang pendidikan.
    • Proyek Kewirausahaan Sosial: Mahasiswa mengembangkan proyek kewirausahaan sosial yang dapat memberikan manfaat bagi komunitas sekitar.

4. Evaluasi dan Monitoring

  • Mekanisme Evaluasi: Mengembangkan mekanisme evaluasi yang efektif untuk menilai keberhasilan implementasi MBKM, termasuk penilaian kinerja mahasiswa selama program MBKM.
  • Feedback Loop: Menggunakan umpan balik dari mahasiswa, dosen, dan mitra kerjasama untuk terus memperbaiki dan menyesuaikan program MBKM.

5. Pengembangan Kapasitas Dosen

  • Pelatihan Dosen: Mengadakan pelatihan bagi dosen untuk meningkatkan kompetensi dalam menerapkan kurikulum MBKM dan menggunakan metode pembelajaran inovatif.
  • Workshop dan Seminar: Mengadakan workshop dan seminar untuk dosen mengenai praktik terbaik dalam implementasi MBKM.

6. Kolaborasi dan Kemitraan

  • Kemitraan dengan Institusi Lain: Membangun kerjasama dengan institusi pendidikan lain, lembaga pemerintah, dan industri untuk mendukung pelaksanaan program MBKM.
  • Kolaborasi dengan Sekolah/Madrasah: Bekerjasama dengan sekolah/madrasah dalam pelaksanaan program magang, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Narasumber memberikan tawaran kepada Prodi PGMI untuk melakukan kegiatan MBKM Prodi PGMI UIN SATU dengan IAIN Madura melalui merpati kemenag. Sehingga implementasi kurikulum MBKM ini bukan hanya teori saja tetapi memang dilakukan secara berkelanjutan.