FGD Review Kurikulum Berbasis OBE dan MBKM
- Diposting Oleh Admin Web Prodi PGMI
- Rabu, 15 Mei 2024
- Dilihat 231 Kali
Prodi PGMI mengikuti kegiatan LPM berupa FGD "Review Kurikulum berbasis OBE dan MBKM IAIN Madura", dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Mutu pendidikan merujuk pada tingkat kualitas atau standar yang dicapai oleh sistem pendidikan dalam menghasilkan output yang diinginkan, seperti pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif. Hal ini dapat dilihat dari kurikulum perguruan tinggi berbasis OBE dan MBKM yang dipandu oleh narasumber dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yaitu Dr. Dra. Hj. Meinarni Susilowati, M.Ed.
Kurikulum Berbasis Outcome (Outcome-Based Education atau OBE) di perguruan tinggi adalah pendekatan pendidikan yang menekankan pada hasil atau luaran yang harus dicapai oleh mahasiswa setelah menyelesaikan suatu program studi. Kurikulum OBE difokuskan pada kompetensi dan kemampuan yang diharapkan dari lulusan, yang kemudian menjadi dasar perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proses pembelajaran. Berikut adalah beberapa elemen utama dari kurikulum OBE di perguruan tinggi:
- Profil Lulusan: Menentukan karakteristik, keterampilan, dan pengetahuan yang diharapkan dari lulusan. Ini biasanya mencakup kemampuan profesional, keterampilan komunikasi, kerja sama tim, dan etika.
- Learning Outcomes (LO): Merupakan pernyataan spesifik tentang apa yang diharapkan mahasiswa ketahui, pahami, dan mampu lakukan setelah menyelesaikan kursus atau program studi tertentu. Learning outcomes harus jelas, terukur, dan terfokus pada mahasiswa.
- Assessment Methods: Metode evaluasi yang digunakan untuk mengukur pencapaian learning outcomes. Ini bisa mencakup ujian, proyek, presentasi, portofolio, dan penilaian berbasis kinerja. Evaluasi ini harus relevan dan tepat untuk menilai kemampuan yang diharapkan.
- Teaching and Learning Activities (TLA): Aktivitas pembelajaran yang dirancang untuk membantu mahasiswa mencapai learning outcomes. Ini mencakup berbagai metode pengajaran seperti ceramah, diskusi, kerja kelompok, praktik laboratorium, dan pembelajaran berbasis proyek.
- Continuous Improvement: Proses berkelanjutan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kurikulum berdasarkan umpan balik dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk mahasiswa, dosen, dan industri. Hal ini memastikan bahwa kurikulum tetap relevan dan efektif dalam mencapai tujuan pendidikan.
- Alignment: Penyelarasan antara learning outcomes, teaching and learning activities, dan assessment methods. Setiap komponen harus saling mendukung untuk memastikan bahwa mahasiswa benar-benar mencapai outcomes yang diharapkan.
- Stakeholder Involvement: Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk industri, alumni, dan masyarakat, dalam merancang dan mengevaluasi kurikulum. Hal ini membantu memastikan bahwa kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Implementasi kurikulum OBE di perguruan tinggi bertujuan untuk memastikan bahwa lulusan memiliki kompetensi yang diperlukan untuk sukses di dunia kerja dan masyarakat. Pendekatan ini juga mendorong pembelajaran yang lebih aktif dan berpusat pada mahasiswa, di mana mereka dilibatkan secara langsung dalam proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang dibutuhkan